Contoh Soal Penjas Kelas X Semester Genap

Penjasor | Penjaskes - Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana seorang Guru telah berhasil dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar adalah dengan mengadakan ujian. Oleh karena itu hendaknya dalam membuat soal harus disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dan materi yang telah disampaikan pada siswa. Berikut ini contoh soal pendidikan jasmani untuk kelas X (sepuluh) semester genap.


  1. Untuk menjadi pemain sepak bola profesional, tentu harus mampu menguasai teknik dasar dengan baik. Sebutkan 5 teknik dasar dalam permainan sepak bola!
  2. Sebutkan 4 teknik yang harus dikuasai oleh seorang pemain bola voli!
  3. Salah satu cara memasukkan bola ke keranjang adalah dengan melakukan lay-up. Jelaskan teknik melakukan lay-up dalam permainan bola basket?
  4. Dalam permainan softball, terdapat istilah-istilah yang harus dimengerti oleh para pemainnya. Jelaskan pengertian istilah-istilah di bawah ini!
    • Swing
    • Batting
    • Bunting
    • Pitcher
    • Tick
  5. Salah satu penyebab rusaknya generasi bangsa adalah pergaulan bebas atau seks bebas. Jelaskan bahaya seks bebas di kalangan remaja!
  6. Jelaskan teknik gerakan lengan pada saat melakukan renang gaya dada!
  7. Jelaskan cara melakukan back extention dalam senam lantai!
  8. Jelaskan pengertian senam ritmik!
  9. Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelahan yang berarti. Sebutkan 5 saja komponen kebugaran jasmani!
  10. Sebutkan 10 olahraga yang termasuk dalam cabang atletik!

Lempar Lembing

Lempar lembing merupakan salah satu cabang olahraga atletik nomor lempar. Lembing adalah alat yang digunakan dalam olahraga ini. Alat ini berbentuk seperti tombak dengan sudut tajam di salah satu ujungnya. Pada dasarnya lempar lembing berarti melempar lembing dari tangan dengan sekuat tenaga untuk memperoleh jarak lemparan sejauh mungkin. Berikut mengenai Teknik Dasar Lempar Lembing.

Teknik Dasar Lempar Lembing
Dalam lempar lembing terdapat beberapa teknik dasar yang harus diketahui. Teknik dasar tersebut meliputi cara memegang, membawa, dan melempar lembing.



Memegang Lembing
Cara memegang lembing yang biasa dilakukan para pelempar, yaitu cara Amerika dan cara Finlandia.
  1. Cara Amerika - Pegang lembing di bagian belakang lilitan lembing dengan jari telunjuk melingkar di belakang lilitan dan ibu jari menekannya di bagian permukaan yang lain. Sementara itu, jari-jari lain turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
  2. Cara Finlandia - Pegang lembing pada bagian belakang lilitan dengan jari tengah dan ibu jari, sementara telunjuk berada sepanjang batang lembing dan agak serong ke arah yang wajar. Jari-jari lainnya turut melingkar di badan lembing dengan longgar.
Membawa Lembing
Ada tiga cara membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan awalan, di antaranya sebagai berikut.
  1. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke atas.
  2. Lembing dibawa di belakang badan sepanjang alur lengan dengan mata lembing menghadap ke arah depan serong ke atas.
  3. Lembing dibawa di atas bahu dengan mata lembing menghadap serong ke arah bawah.
Melempar Lembing
Melempar lembing terbagi menjadi beberapa tahap yaitu awalan, lemparan, dan akhiran.
Awalan
Awalan berlari sambil membawa lembing di atas kepala dengan lengan ditekuk, sikut menghadap ke depan dan telapak tangan menghadap atas. Posisi lembing berada sejajar di atas garis paralel dengan tanah. Bagian terakhir awalan terdiri atas langkah silang (cross step). Pada bagian akhir dapat dilakukan langkah dengan beberapa cara berikut.
  • Dengan jingkat (hop step)
  • Dengan langkah silang di depan (cross step)
  • Dengan langkah silang di belakang (rear cross step)
Proses peralihan (cross step) dilakukan saat kaki diturunkan. Kedua bahu diputar perlahan ke arah kanan (bukan kidal), lengan kanan mulai bergerak dan diluruskan ke arah belakang dengan tubuh bagian atas condong ke belakang. Pandangan selalu melihat lurus ke depan.

Lemparan
Pada gerak melemparkan lembing, tarik bahu kanan dan lengan melakukan gerakan melempar melalui poros bahu dengan kuat ke depanatas. Badan bergerak melewati kaki depan, lalu melepaskan lembing.

Akhiran
Gerak akhir lemparan dilakukan dengan melangkahkan kaki ke depan untuk menyeimbangkan gerak agar tidak terjatuh dan tidak melebihi garis batas lemparan.

Loncat Tinggi Gaya Flop

Loncat Tinggi Gaya Terlentang - Tujuan dari loncat tinggi adalah meloncat melewati mistar setinggi-tingginya dan mendarat pada matras dengan tidak menjatuhkan mistar. Untuk dapat meloncat melewati mistar, tentu diperlukan kekuatan, kelentukan, dan kecepatan yang digabungkan menjadi keterampilan gerak dalam menolak, melayang di atas mistar, dan melakukan pendaratan dengan baik.

Dalam loncat tinggi dikenal beberapa teknik gaya loncatan. Gaya loncatan dalam loncat tinggi di antaranya gaya langsung (straight jump), gaya gunting (scissors), gayaeastern cut off, gaya guling sisi (western roll), gaya putar (straddle), dan gaya terlentang(flop).

Gaya yang masih sering digunakan dan mampu bersaing untuk mendapatkan hasil loncatan yang tinggi, yaitu gaya straddle dan gaya flop. Berikut ini akandibahas loncat tinggi gaya flop yang terdiri atas awalan, tolakan, saat melayang,dan mendarat.



Awalan - Terdiri atas 7–9 atau 11 langkah cepat. Gerakan lari awalan dilakukan melalui garis yang melengkung pada dua hingga tiga langkah terakhir. Kaki Badan sedikit condong ke belakang. Awalan lari pada gaya flop lebih cepat daripada gaya straddle. Awalan lari dapat dilakukan dari tiga arah berikut.
  • Melengkung
  • Dari posisi awal tegak lurus dengan mistar, dilanjutkan dengan lari melengkung
  • Berlari lurus dari sudut menyerupai awalan lari gaya straddle untuk membuat gerakan membelakangi mistar pada saat tolakan

Tolakan - Kaki tolakan diawali dari tumit, dan menekuk tungkai tolak. Kaki menolak dalam posisi sejajar dengan mistar.

Saat Melayang - Pada saat melayang, posisi badan membelakangi mistar dan kedua tungkai yang menggantung sedikit ditarik. Kedua lengan di samping badan dan pinggul diangkat sehingga menghasilkan lengkungan pada badan. Badan siap diturunkan dan kaki diangkat dan ditarik agar tidak mengenai mistar. Setelah itu, lutut diluruskan ke atas.

Pendaratan - Mendarat dilakukan dengan punggung, kemudian dilanjutkan dengan gerak tungkai.

Renang Gaya Kupu-kupu

Renang Gaya Kupu-kupu - Renang dapat dilakukan dalam beberapa macam gaya, yaitu gaya dada, gaya bebas, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar, serta irama dan koordinasi gerak yang baik. Gaya ini mirip dengan gerakan ikan lumba-lumba. Namun, apakah Anda dapat melakukan gaya renang kupu-kupu dengan gerakan yang benar? Ayo, kita pelajari!

Posisi Tubuh
Pada renang gaya kupu-kupu, tubuh mengambang dalam posisi telungkup hampir sejajar di bawah permukaan air. Posisi ini dipertahankan mulai dari kepala, bahu, pinggang, hingga kaki. Kedua lengan berada di atas kepala dan garis permukaan air tepat di atas alis mata. Posisi tubuh harus diatur sedatar mungkin dengan air untuk memperkecil hambatan.

Teknik Dasar Renang Gaya Kupu-Kupu
Dalam renang gaya kupu-kupu, terdapat beberapa teknik dasar yang harus dikuasai, antara lain gerakan tungkai, gerakan lengan, dan pengambilan napas.

 
Gerak Tungkai
Gerak tungkai pada renang gaya kupu-kupu dilakukan dengan cambukan kaki ke atas dan ke bawah. Cambukan ke atas merupakan gerak recovery, yaitu dengan menggerakkan kaki ke atas hingga ke permukaan air. Cambukan dilakukan dua kali untuk satu putaran lengan gaya kupu-kupu. Cambukan ke bawah dimulai dengan melentingkan pinggang, lutut diluruskan, dan kedua kaki dicambukkan dengan cepat ke bawah. Kelenturan pada sendi pergelangan kaki dan sendi lutut sangat menentukan hasil cambukan ke bawah.

Gerak Lengan
Gerak lengan pada gaya kupu-kupu diawali dengan memasukkan kedua lengan ke dalam air. Gerakan lengan dilakukan dengan cara-cara berikut.
  • Menangkap (catch) - Setelah masuk ke dalam air, lengan digerakkan keluar, lalu dilanjutkan dengan gerak menangkap. Gerak ini bersamaan dengan gerak cambukan ke bawah yang pertama.
  • Meraih (down sweep) - Setelah gerak menangkap, gerak pergelangan tangan dan siku-siku sedikit membengkok ke bawah lalu keluar dan meraih air. 
  • Menarik (insweep) - Tangan ditarik ke dalam dan ke belakang di bawah kepala dekat badan.
  • Mendorong (upsweep) - Gerakan ini dilakukan di akhir gerak menarik dengan mendorong lengan ke belakang dan mengeluarkan lengan dari air.
  • Pemulihan (recovery) - Pemulihan dilakukan setelah melakukan gerakan mendorong. Caranya, yaitu dengan mengangkat siku ke atas permukaan air dan memutar sendi bahu untuk memindahkan lengan ke depan.

Teknik Pengambilan Napas

Cara pengambilan napas pada renang gaya kupu-kupu dilakukan dengan mengangkat kepala ke arah depan dengan menonjolkan bahu ke depan. Gerakan pengambilan napas dilakukan pada saat kaki melakukan tendangan ke bawah dan lengan mendorong ke belakang untuk keluar dari air.

Cara Mengetahui Berat Badan Yang Ideal


Menghitung Berat Badan Ideal | BMI (Body Mass Index) - Berat badan adalah salah satu masalah yang sering di hadapi kebanyakan orang terutama oleh kalangan perempuan. Hal ini dikarenakan karena berat badan juga mempengaruhi penampilan seseorang. Selain itu berat badan juga mencerminkan status gizi seseorang. Seseorang dikatakan kekurangan gizi atau kelebihan gizi, hal ini bisa dilihat dari berat badan seseorang. Status gizi seseorang dapat dilihat dari perbandingan antara tinggi badan dengan berat badan seseorang. Berikut beberapa cara menghitung Berat Badan Yang Ideal.


Berat Badan Ideal Bayi (Anak 0-12 bulan)
Rumus = (umur (bln) / 2 ) + 4

Berat Badan Ideal untuk Anak (1-10 tahun)
Rumus = (umur (thn) x 2 ) + 8

Remaja dan dewasa
Rumus = (TB - 100) x 90%

Ibu Hamil :
Rumus = BBI + (UH x 0.35)

BBIH = Berat Badan Ibu Hamil
UH = Umur Kehamilan dalam Minggu
0.35 = tambahan berat badan kg per minggunya

Penjelasannya sbb:
BBI = (TB-110) jika Tinggi Badan diatas 160 cm
BBI = (TB-105) jika Tinggi Badan dibawah 160 cm
BBI = (TB-100) jika Tinggi Badan dibawah 150 cm
* TB = Tinggi Badan (cm)

BMI (Body Mass Index)
Banyak sekali manfaat menjaga berat badan ideal sepanjang hidup Anda. Berat badan ideal akan membuat penampilan kalian menjadi lebih menarik. Selain itu, berat badan ideal juga dapat mengurangi risiko terserang penyakit. Kelebihan berat badan atau obeksitas dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti gangguan pernafasan, jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke serta gangguan hormonal. 
Salah satu cara sederhana dan paling umum digunakan untuk menentukan tingkat obesitas (tingkat kegemukan) seseorang adalah dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Dengan Body Mass Index, seseorang dengan dapat dikategorikan normal, kurus, atau gemuk. Nilai BMI dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:



Roll Depan dan Roll Belakang


Teknik Dasar Guling Depan (Forward Roll) dan Guling Belakang (Back Roll) - Salah satu materi senam  lantai yang sering di ajarkan pada siswa di sekolah oleh guru olahraga. Manfaat dari gerakan ini yaitu melatih siswa agar mampu melakukan gerakan guling ke depan atau ke belakang dengan baik dan benar sehingga ketika terjadi kecelakaan seperti terjatuh, siswa dapat mengurangi resiko cidera.  Berikut mengenai Teknik Dasar Roll Depan dan Roll Belakang.


Teknik Dasar Roll Depan
  1. Awali dengan sikap jongkok, kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
  2. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
  3. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat rapat pada dada.
  4. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
  5. Kembali kesikap semula atau berdiri
  6. Dengan latihan senam Lantai yang benar dan rutin, anda akan bisa menguasai cara berguling yang tepat dan aman.


Teknik Dasar Roll Belakang


  1. Jongkok, tekuk kedua siku tangan menghadap ke atas di dekat telinga, dagu dan lutut tarik ke dada. 
  2. Guling badan ke belakang hingga bahu menyentuh matras, lutut dan dagu tetap mendekat dada, telapak tangan di dekat telinga.
  3. Bahu menyentuh matras, kedua telapak tangan menyentuh matras, gerakkan kaki untuk dejatuhkan ke belakang kepala.
  4. Jatuhkan ujung kaki ke belakang kepala.
  5. Dorong lengan ke atas. 
  6. Jongkok dengan lengan lurus ke depan.


Cara Melatih Kelincahan


Latihan Kelincahan - Kelincahan merupakan salah satu kompoonen kebugaran jasmani yang penting untuk dilatih.  Kelincahan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Seseorang yang mampu mengubah satu posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik berarti kelincahannya cukup baik. Nah beberapa latihan yang dapat meningkatkan kelincahan adalah :

Lari Dengan Beban
Yang dimaksud di sini yaitu kita melakukan gerakan lari dengan tubuh diberi beban. Contohnya yaitu berlari dengan menarik parasut dan berlari dengan menarik tali karet yang terikat. Sebelum melakukan latihan ini hendaknya lakukan pemanasan sekitar 5-10 menit. Lama waktu istirahat yaitu 2 kali waktu latihan misalnya anda melakukan latihan ini selama 30 detik maka waktu istirahat adalah 1 menit.

Lari Dengan Membawa Beban

Latihan Lompat Tangga
Latihan ini merupakan cara yang baik untuk meningkatkan kecepatan dan kelincahan. Latihan ini dapat anda variasi dengan gerakan berjalan, berlari melompat dengan 1 atau 2 kaki, baik itu kea rah depan atau belakang.

Lompat Tangga

Biasakan Untuk Membawa Beban Yang Lebih Berat
Dalam kehidupan anda sehari-hari lakukan gerakan berjalan dengan membawa beban yang lebih berat. Hal ini dimaksudkan agar tubuh terbiasa untuk membawa beban yang lebih berat. Kemudian ketika beban tersebut hilang, anda akan lebih cepat dan lebih lincah.

Lakukan Peregangan Otot
Fleksibilitas merupakan factor penting yang mempengaruhi kelincahan dan kecepatan. Memiliki fleksibilitas yang baik akan meningkatkan jangkauan gerak dan mengurangi kemungkinan otot tertarik atau melukai sendi dan ligament. Lakukan peregangan dinamis tepat setelah pemanasan dan sebelum sesi pelatihan. Lakukan peregangan statis segera setelah sesi pelatihan. Beberapa contoh peregangan dinamis yaitu gerakan perlahan yang terkendali atau latihan aerobik intensitas rendah, seperti bersepeda, berjalan, atau jogging. Beberapa contoh peregangan statis yaitu membungkuk ke depan, kesamping, kebelakang, peregangan hamstring.

Dengan Latihan “Bosu”
Latihan Bosu adalah latihan dengan menggunakan alat bernama “Bosu” yaitu alat untuk mempertajam kecepatan dan kelincahan. Selain itu anda dapat meningkatkan kekuatan kardiovaskular Anda, kekuatan otot Anda, daya tahan otot dan keseimbangan anda, yang mana hal ini adalah parameter penting yang terlibat dengan kecepatan dan kelincahan. Langkah sisi lateral, melompat menerjang 180-an dan hop adalah contoh yang baik dari latihan ini.


Cara Mengukur Tinggi Lompatan Vertikal


Vertical Jump | Jump MD - Salah satu  cara untuk mengetahui kekuatan otot tungkai adalah dengan mengukur tinggi lompatan vertical seseorang. Tes Tinggi lompatan vertikal biasanya dilakukan sebagai bagian dari tes kebugaran jasmani. Untuk mengukur tinggi lompatan vertical dengan mudah dan akhurat kita dapat menggunakan sebuah alat yaitu  Jump MD. Adapun ketentuan dan penggunaannya adalah sebagai berikut:


  1. Pasanglah belt di pinggang subjek, pastikan supaya alat telah terpasang dengan erat. Perintahkan subjek untuk berdiri di atas rubber plate dengan tegak. Putarlah punggung tali yang ada pada alat, pastikan agar tali tidak kendor.
  2. Tekan tombol ON/C untuk menyalakan alat. Perintahkan kepada subjek untuk melakukan vertical jump. tekan tombol SET untuk menyimpan nilai yang pertama, display akan menunjukkan nilai “0”.
  3. Perintahkan agar subjek kembali berdiri di atas rubber plate dengan tegak. Putar kembali penggulung tali agar tali kembali tegang. Perintahkan agar subjek melakukan vertical jump sekali lagi. Setelah 5 detik, display akan menunjukkan nilai vertical jump terbaik dari 2 kali tes yang dilakukan.
  4. Untuk mengatur subjek berikutnya, tekan tombol ON/C untuk mengembalikan display ke “0”.


Bentuk Tes Kemampuan Fisik SNMPTN Bidang Keolahragaan

SNMPTN 2013 akan dibuka pendaftaran pada tanggal 1 Februari sampai 8 Maret 2013. Bagi anda yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri tentu harus mempersiapkan sebaik mungkin baik itu melengkapi persyaratan yang ada hingga persiapan diri. Khusus untuk para peserta SNMPTN bidang studi ilmu keolahragaan, selain tes tulis juga terdapat tes kemampuan fisik. Untuk itu kondisi  fisik harus disiapkan semaksimal mungkin. Berikut bentuk tes yang harus ditempuh oleh peserta SNMPTN Bidang Ilmu Keolahragaan.


  • Kemampuan berlari cepat 60 m
  • Kekuatan atau daya tahan otot lengan (push up)
  • Kekuatan atau daya tahan otot perut (sit up)
  • Daya ledak otot tungkai kaki atau lompat tanpa awalan (vertical jump)
  • Kelincahan tubuh (shuttle run)
  • Kemampuan berlari dengan jarak 2400 m (cooper)
  • Kemampuan koordinasi mata tangan
  • Keseimbangan (balance)

Selain tes di atas, jika perlu juga anda mempersiapkan informasi-informasi berikut :
  • Informasi atas prestasi dibidang keolahragaan (tingkat internasional, nasioanl, daerah tingkat Propinsi atau daerah tingkat II Kabupaten/Kota
  • Informasi atas riwayat kesehatan (keterangan sehat, Antropometri, Kesehatan mata, penyakit yang diderita jika ada).
  • Informasi atas kecakapan fisik dan kemampuan gerak (8 kecakapan atau kemampuan siswa yang diukur oleh pihak sekolah). 


Induk Organisasi Olahraga di Indonesia

Alamat dan Nama Induk Organisasi Olahraga di Indonesia – Setiap olahraga yang telah diakui keberadaannya pasti memiliki Induk Organisasi yang mengurusi tentang cabang olahraga tersebut. Jumlah cabang olahraga yang di Indonesia sangatlah banyak. Nah berikut beberapa Induk Organisasi Olahraga yang ada di Indonesia.

Olahraga air
Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI)
Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta 10270

Atletik
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI)
Jalan Asia-Afrika 18-19 Madya Stadium, Senayan,
Jakarta - 10270

Panahan
Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI)
JL. Pintu VII Lapangan Panahan Gelora Bung Karno Senayan,
Jakarta

Bulu Tangkis
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
Jl Damai Raya, Kelurahan Cipayung, Kec. Cipayung,
Jakarta Timur - 13840

Baseball
Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (PERBASASI)
Wisma Kosgoro Bldg. 14th Fl. Jl. M.H. Thamrin 53,
Jakarta 10350

Bola Basket
Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI)
Basketball Hall, Gedung Basket KONI, Pusat Pintu 1
Senayan, 10270 Jakarta

Tinju
Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA)
Gd. Direksi Gelora Bung Karno Lt. 8
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat

Olahraga Sepeda
Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI)
Kanselary KONI Pusat
Stadion Bung Karno - Senayan

Berkuda
Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI)
Gedung PORDASI
Jl. Pulo Mas Raya No. 1, Jakarta 13210

Anggar
Persatuan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI)
Kanselarij Stadion Utama Pintu VI Senayan, Jakarta Pusat

Sepak Bola
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
Stadion Utama Gelora Bung Karno Pintu X-XI, Senayan
P.O.Box 2305 JAKARTA 10023

Senam
Persatuan Senam Indonesia (PERSANI)
Gd. Lat. Senam Gelora Bung Karno
Jl. Pintu I Stadion Tenis Senayan, Jakarta 10270

Judo
Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI)
Gedung Direksi Pelaksana Gelora Bung Karno Lantai 2
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta

Dayung
Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI)
Jl. Gunung Sahari No. 2 Ancol, Jakarta Utara

Berlayar
Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PORLASI)
Gedung Direksi Gelora Bung Karno
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta 10270

Menembak
Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PERBAKIN)
Lapangan Tembak Gelora Bung Karno
Jl. Gelora Senayan, Jakarta 10270

Tenis Meja
Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI)
Gd. Direksi Gelora Bung Karno Lt. 8
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta 10270

Taekwondo
Taekwondo Indonesia (TI)
Kanselarij KONI (Stadion Utama)
Pintu I Senayan, Jakarta Pusat

Tenis
Persatuan Tennis Lapangan Seluruh Indonesia (PELTI)
Stadion Tennis Senayan Jakarta 10270

Bola Voli
Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI)
Gedung Voli Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta

Gulat
Persatuan Gulat Amatir Seluruh Indonesia (PGSI)
Gd. Direksi Gelora Bung Karno Lt. 8
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat

Binaraga
Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI)
Kanseleray
Stadion Utama Senayan, Jakarta-10270
Catur
Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI)
Kanselarij KONI Pusat Pintu IV
Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan,
Jakarta Pusat 10270

Sepak Takraw
Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI)
Gelanggang Mahasiswa Soemantri Bojonegoro
Jl. HR. Rasuna Said Kav C-22 Kuningan,
Jakarta Selatan 12920
Panjat Tebing
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
Sekretariat : d/a Datasemen Teknik SAT 81
Gultor Kopassus Cijantung, Jakarta Timur

Sport Dance
Sport Dance (IODI)
Jl. Sumbawa No. 33, Gondangdia, Jakarta Pusat

Motor
Ikatan Motor Indonesia (IMI)
Stadion Tenis Sayap Kanan Senayan
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta 11048

Squash
Persatuan Squash Indonesia (PSI)
Jl. Senayan No. 61 Blok S Kebayoran Baru, Jakarta 12180

Ski Air
Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI)
Gd. Direksi Gelora Bung Karno Lt. 8
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat

Drum Band
Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI)
Kanselarij KONI Pusat (Stadion Utama) Pintu VI Senayan,
Jakarta Pusat

Sepatu Roda
Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PERSEROSI)
Manggala Wanabakti Lt. 2, Ruang 205
Jl. Gatot Subroto, Jakarta 10270

Selam
Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI)

Karate
Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI)
Gedung Direksi Gelora Bung Karno Lt.8
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat

Boling
Persatuan Boling Indonesia (PBI)
Gd. Direksi Gelora Bung Karno Lt. 8
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat

Biliar
Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI)
Pintu VII Stadion Utama
Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta 10270

Golf
Persatuan Golf Indonesia (PGI)
Gd. Direksi Gelora Bung Karno Lt. 2
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat
Kempo
Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (PERKEMI)
Kanselery KONI Pusat
Pintu VI (VIP Timur) Stadion Utama Gelora Bung Karno
Jakarta 10270

Wartawan
Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI)
Jl. Kebon Sirih No. 34 Jakarta

Aero Sport
Federasi Aero Sport Indonesia (FASI)
Bandara Halim Perdanakusuma
Lt. Dasar Kamar No. 32, Jakarta
Kartu
Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI)
Stadion Utama Gelora Bung Karno (VIP Barat)
Jl. Pintu I Senayan, Jakarta

Pencak Silat
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
Padepokan Pencak Silat Indonesia
Jl. Taman Mini I, TMII Jakarta Timur 13560